

Upaya penyelamatan kawasan TNGL wilayah Besitang menjadi barometer untuk keberhasilan pengelolaan dan kelestarian TNGL secara keseluruhan. kawasan TNGL di wilayah Resort Sei Betung, Besitang merupakan wilayah yang di jadikan oleh YOSL-OIC sejak tahun 2007 untuk melakukan kampanye penyelamatan Orangutan Sumatera (Pongo abelii),pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi kawasan hutan yang terdegradasi dan sejak Desember 2009 YOSL-OIC bersama Balai Besar TNGL dengan di Dukung oleh UNESCO melakukan aksi penumbangan sawit sebanyak 6200 tanaman sawit (lebih dari 60 hektar). Tanaman sawit ini dahulunya adalah milik PT. Putri Hijau dan PT. RAPALA dengan Luas lahan yang dikuasai oleh kedua perusahaan ini mencapai 350 ha. Pada awal tahun 2007 Balai TNGL (yang sekarang menjadi Balai Besar TNGL) telah melakukan penumbangan tanaman kelapa sawit milik PT Rapala dan Putri Hijau dengan menggunakan 4 (empat) eskavator seluas 200 ha. Untuk itulah Mulai Desember 2009 YOSL-OIC, Balai Besar TNGL dan UNESCO melanjutkan aksi penumbangan sawit ini bersama.
Salah satu dampak dari perubahan tutupan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet di dalam hutan Leuser adalah keluarnya satwa liar dari dalam habitat asli di Leuser keluar dan hidup di areal perkebunan dan perladangan penduduk yang ada di sekitar Leuser. Satwa itu antara lain adalah Orangutan Sumatera (Pongoo abelii),Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Kedih (Presbytis thomasi), dan lain-lain. Akibat masuknya satwa liar ke areal kebun masyarakat sehingga muncul konflik antara manusia dan satwa, seperti kerusakan tanaman dan buah di kebun, upaya pembunuhan dan menyakiti satwi oleh manusia akibat merasa dirugikan, dan lain-lain. Untuk itu upaya rehabilitasi dan perlindungan kawasan Leuser sebagai habitat alami berbagai satwa sangat penting dilakukan.
Upaya penegakan hukum termasuk aksi pemusnahan sawit di dalam kawasan TNGL ini sangat mendukung kegiatan kampanye bangga yang sedang di laksanakan. Hal ini untuk memperlihatkan kepada semua khalayak bahwa berbagai upaya sedang dilakukan untuk menyelamatkan kawasan TNGL khususnya di wilayah Besitang, dan berbagai peran sangat dibutuhkan terutama peran serta masyarakat sekitar untuk melestariakn dan melindungi TNGL.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar