Guna meningkatkan keberhasilan program rehabilitasi kawasan TNGL terutama kawasan yang terdegradasi khususnya di wilayah Besitang (Resort Sei Betung), melalui pola kemitraan antar multi stake holder (BBTNGL, YOSL-OIC dan KETAPEL serta beberapa lembaga lainnya). Yayasan orangután Sumatera lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) dan Kelompok Tani Pelindung Leuser (KETAPEL) membangun pondok kerja dan pusat pembibitan di dalam kawasan TNGL.
Selain digunakan sebagai pondok kerja, bangunan berukuran 6 m x 4 m ini juga akan difungsikan sebagai pos pengamanan bersama dalam upaya meningkatkan pengamanan dan pengawasan kawasan konservasi ini. Pembangunan pondok kerja ini dilaksanakan pada bulan maret 2010. Selain pondok kerja dan pusat pembibitan, YOSL-OIC dan KETAPEL juga akan membangun rumah kompos di tempat yang sama. Rumah kompos ini nantinya akan digunakan untuk pembuatan kompos secara swadaya oleh masyarakat guna mendukung program pemulihan habitat alami kawasan TNGL yang terdegradasi. Kompos yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk memperbaiki tanah-tanah yang miskin unsur hara pada saat penanaman kembali kawasan yang telah rusak.
Pusat pembibitan dibangun seluas 16 m x 12 m yang dapat menampung 30.000 batang bibit. Bangunan nursery ini di bangun dengan menggunakan polynet pada sisi dinding dan sarlon pada sisi atapnya. Nantinya KETAPEL akan memproduksi bibit-bibit tanaman yang merupakan tanaman asli dari kawasan ini seperti; Meranti (Shorea sp), Damar (Agathis sp), Cengal (Hopea sp), Merbau (Insia bijuga), ingul/suren (toona surenii), Trembesi (Pithecolobium saman), dan beberapa tanaman buah khas TNGL.
Tentunya dengan di bangunnya Pondok kerja yang juga difungsikan sebagai pos pengamanan bersama ini dapat membantu dalam upaya perbaikan kawasan dan juga dapat meningkatkan pengamanan kawasan dari kegiatan-kegiatan illegal seperti penebangan liar, perambahan, perburuan satwa dan lain-lain. Pusat pembibitan yang dibangun juga dapat menghasilkan bibit-bibit yang bermutu yang merupakan tanaman khas dari kawasan ini untuk di tanamkan kembali pada kawasan yang telah terdegradasi.
Program Restorasi Kawasan TNGL
Terhitung Sejas Tahun 2008 hingga 2010 ini total luasan yang telah dilakukan penanaman kembali adalah 232 Ha dengan jumlah bibit yang ditanam 255.200 batang bibit. 70 % dari tanaman yang telah ditanam adalah merupakan tanaman jenis kayu hutan (Pioner dan tanaman endemik), 30 % lainnya adalah tanaman berbuah yang dapat menjadi suber pakan satwa. Hingga bulan maret 2010 tak kurang dari 75 Ha tanaman tersebut telah dilakukan perawatan kembali. Dalam program 2008 hingga 2010 ini tak kurang dari 50 spesies tanaman telah dikembangkan oleh Kelompok Tani Pelindung Leuser (KETAPEL) diantaranya ; Meranti, Damar, Beringin, Sungkai, Sempuyung, Luingan, Bayur, Durian, Cempedak, Petai, Jering, Pulai , dan lain-lain. Dengan tertanaminya kembali kawasan yang terdegradasi ini diharapkan kawasan ini dapat kembali menjadi hutan yang dipercaya masyarakat sebagai hutan penyangga kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar