
Datangnya musim hujan tahun ini dalah sebuah permulaan untuk melakukan penanaman di kawasan TNGL yang terdegradasi. Sebelumnya team restorasi tidak mampu melakukan penanaman dikarenakan kemarau yang panjang. Jika kemarau tanah di kawasan TNGL sangat keras dan sangat kering, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penanaman.
Untuk itu team restorasi hanya melakukan kegiatan perawatan tanaman yang telah ditanam sebelumnya, selain itu team juga merawat tanaman yang telah tumbuh secara alami di kawasan tersebut. Pembukaan jalur tanam dan pembersihan gulma pengganggu saja yang bisa dilakukan team tersebut.
Sejak bulan Agustus 2010 silam hujan mulai turun di kawasan ini, dan saat itu pula kegiatan penanaman dimulai. Tak jarang lokasi-lokasi yang ditanami tersebut tergenang air, hal ini dikarenakan tanah tidak mampu memegang air dikarenakan tidak ada akar tanaman yang mengikat air-air tersebut. Umumnya air hujan menjadi air limpasan (run off) ditanah yang telah rusak tersebut. Hingga bulan desember ini total penanaman yang telah dilakukan oleh team restorasi dan team KETAPEL sebanyak 30.000 bibit atau setara dengan 30 Ha.